Lihat tetangga bisnis jualan baju, baik offline atau online sepertinya laku keras. Setiap hari ada saja pembelinya. Apalagi kalau bulan puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Panen besar. Omzet bisa mencapai puluhan juta rupiah. Jadi tertarik mengikuti jejaknya. Jika modal pas-pasan, kamu bisa menjadi reseller. Ambil stok dari supplier, kemudian dijual dengan komisi ditentukan sendiri atau ditetapkan supplier.

Untuk pemasaran dapat memanfaatkan teknologi masa kini. Buka toko online di beberapa e-commerce. Jaring pembeli atau pelanggan sebanyak-banyaknya, berikan pelayanan yang ramah untuk meraih lima bintang agar posisi tokomu berada di urutan teratas pencarian. Berikut tips berjualan baju bagi pemula, seperti dikutip dari Cermati.com.

Jualan Baju
CZS Baju Koko onzah premium – Selleri

1. Tentukan model baju

Model baju saat ini banyak sekali macamnya. Banyak orang meniru pakaian para artis, misalnya dulu ada gamis syahrini, jilbab marshanda, dan lainnya. Sebagai seorang pengusaha, kamu harus jeli menentukan model baju yang dipilih untuk dijual. Ada yang hanya musiman, seperti bisnis kuliner. Tentunya sesuai dengan target pasar juga.

Apakah anak-anak, dewasa, remaja, perempuan, laki-laki, atau kombinasi semuanya ada. Baju sama seperti teknologi. Selalu dinamis, dapat berubah dalam waktu cepat sesuai tren atau perkembangan mode, maupun selera pasar.

Oleh karena itu, sediakan stok secukupnya saja. Kalau baju tidak laku, kamu tidak rugi dalam jumlah besar. Atau cari supplier yang bisa menerima retur barang apabila tidak laku, sehingga kamu tetap dapat memberikan banyak pilihan baju kepada calon pembeli tanpa harus memikirkan laku atau tidak.

2. Lakukan survei pasar

Untuk memudahkan dalam menentukan model baju yang akan dijual, sebaiknya lakukan survei pasar. Sebab, setiap orang punya selera baju berbeda. Ada yang senang simpel, ada yang suka payet-payet atau renda, dan sebagainya.

Tak perlu jauh-jauh survei. Untuk menghemat biaya, lakukan survei di lingkungan rumahmu. Kamu bisa bertanya pada keluarga besar, tetangga sebelah, teman di lingkungan RT atau RW yang berbeda, bahkan responden acak orang yang tak dikenal.

Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan baju model dan jenis yang bagaimana untuk dijual, baik offline maupun online.

Baca juga: Supplier baju muslim terlaris, Promo Selleri Juni 2022

3. Jualan di lokasi strategis

Kalau mau jualan baju secara offline, banyak pilihannya tergantung modal yang tersedia. Bila punya bujet untuk sewa lapak, cari lokasi yang strategis. Misalnya dekat pasar atau di pasar, depan jalan raya, dekat kampus atau sekolah agar cepat laku. Tetapi ingat, semakin strategis lokasi toko, biasanya makin mahal harga sewanya. Sebab kadang kamu pikir sudah strategis depan jalan raya, tetapi bukan jadi lokasi pemberhentian.

Ini malah jadi lokasi yang salah. Susah laku, sehingga perputaran modal menjadi terhambat. Pemula dengan modal kecil, sebaiknya memanfaatkan tempat yang ada. Misalnya di teras atau garasi rumah. Banyak lho bisnis yang dimulai dari garasi rumah, kemudian berkembang pesat, seperti Amazon, Apple, dan lainnya.

Supaya makin banyak pembeli, kamu bisa jemput bola atau door to door. Datang ke rumah tetangga, silaturahmi sekaligus menawarkan barang dagangan.

4. Sistem kredit

Biasanya emak-emak kalau beli baju harus merogoh duit Rp 100 ribu langsung, berat hati. Pikirnya lebih baik buat belanja. Beda lagi jika boleh dicicil atau kredit. Pasti bisa ambil dua atau tiga. Kamu dapat menggunakan cara ini apabila berjualan secara offline.

Tetapi pakai strategi. Kalau cash, harganya Rp 100 ribu, jika kredit harganya bisa dinaikkan jadi Rp 120 ribu misalnya. Hitung-hitung mengantisipasi risiko kerugian bila terjadi kredit macet. Tenornya juga jangan lama-lama walaupun sama tetangga. Bisnis tetap bisnis, karena modal harus diputar lagi. Tetapkan sebulan misalnya.

Dalam 30 hari, pembeli bebas menyicil berapa asalkan lunas ketika jatuh tempo tiba. Risiko berjualan baju dengan sistem kredit, tentu saja gagal bayar. Kamu harus siap untuk menanggung risiko tersebut. Baca Juga: Tips Jitu agar Bisnis Kamu Go International

5. Minta pendapat konsumen

Jika kamu ingin menjual model baju terbaru, tapi ragu apakah bakal disukai atau tidak, sebaiknya minta pendapat mereka. Dapat dilakukan secara langsung maupun menggunakan sosial media. Adakan voting. Kamu bisa langsung tahu persentase ketertarikan masyarakat terhadap model tersebut. Jika banyak yang tertarik, segera pasarkan.

Beritahu pula kelebihan baju tersebut dibandingkan model lain. Misalnya dari segi material, ukuran, dan bentuknya di badan. Lakukan ini secara terus-menerus untuk memudahkanmu dalam bisnis baju. Dengan melibatkan konsumen, semuanya jauh lebih mudah.

6. Adakan giveaway atau promo menarik

Yang paling ditunggu calon pembeli adalah promo menarik. Entah itu diskon, harga spesial, penawaran beli satu gratis satu, dan lainnya. Bila jualan di sosial media, adakan giveaway. Kamu bisa adakan sekali dalam dua bulan, misalnya, agar konsumen tertarik untuk berkunjung ke toko online kamu di sosial media.

Dengan cara ini, umumnya angka penjualan akan meningkat. Namun setidaknya orang akan mengenal produkmu.

Baca juga: Keuntungan jualan online bersama Selleri

7. Jual secara online

Sekarang ini pengusaha yang tak punya toko online kurang afdol. Atau memanfaatkan sosial media sebagai lapak usaha. Walaupun penjualan sudah digenjot offline, tetapi bisa lebih tepat sasaran dan menjanjikan bila dijual pula secara online.

Kamu dapat menggunakan Instagram, Facebook, Twitter, maupun channel Youtube untuk jualan baju. Selain itu, daftar jadi mitra e-commerce. Cantumkan foto baju-baju model apik yang kamu jual, lengkap dengan deskripsi jelas dan menarik. Layani pertanyaan calon pembeli dengan ramah, serta adakan promo gratis ongkos kirim misalnya dengan minimum belanja atau syarat apapun.

Kuncinya Ulet, Tekun, dan Pantang Menyerah Namanya bisnis tak selalu ramai. Ada pasang surutnya. Ada kalanya banyak permintaan, kadang juga sepi tanpa pembeli satupun.

Di sinilah jiwa pengusaha diuji. Apakah bakal tetap bertahan atau pasrah dengan keadaan, tidak melakukan inovasi apapun. Pengusaha harus punya mental baja. Ulet, tekun, dan pantang menyerah menjadi kunci kesuksesan.

Lihat tetangga bisnis jualan baju, baik offline atau online sepertinya laku keras. Setiap hari ada saja pembelinya. Apalagi kalau bulan puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Panen besar. Omzet bisa mencapai puluhan juta rupiah. Jadi tertarik mengikuti jejaknya. Jika modal pas-pasan, kamu bisa menjadi reseller. Ambil stok dari supplier, kemudian dijual dengan komisi ditentukan sendiri atau ditetapkan supplier.

Untuk pemasaran dapat memanfaatkan teknologi masa kini. Buka toko online di beberapa e-commerce. Jaring pembeli atau pelanggan sebanyak-banyaknya, berikan pelayanan yang ramah untuk meraih lima bintang agar posisi tokomu berada di urutan teratas pencarian. Berikut tips berjualan baju bagi pemula, seperti dikutip dari Cermati.com.

Jualan Baju
CZS Baju Koko onzah premium – Selleri

1. Tentukan model baju

Model baju saat ini banyak sekali macamnya. Banyak orang meniru pakaian para artis, misalnya dulu ada gamis syahrini, jilbab marshanda, dan lainnya. Sebagai seorang pengusaha, kamu harus jeli menentukan model baju yang dipilih untuk dijual. Ada yang hanya musiman, seperti bisnis kuliner. Tentunya sesuai dengan target pasar juga.

Apakah anak-anak, dewasa, remaja, perempuan, laki-laki, atau kombinasi semuanya ada. Baju sama seperti teknologi. Selalu dinamis, dapat berubah dalam waktu cepat sesuai tren atau perkembangan mode, maupun selera pasar.

Oleh karena itu, sediakan stok secukupnya saja. Kalau baju tidak laku, kamu tidak rugi dalam jumlah besar. Atau cari supplier yang bisa menerima retur barang apabila tidak laku, sehingga kamu tetap dapat memberikan banyak pilihan baju kepada calon pembeli tanpa harus memikirkan laku atau tidak.

2. Lakukan survei pasar

Untuk memudahkan dalam menentukan model baju yang akan dijual, sebaiknya lakukan survei pasar. Sebab, setiap orang punya selera baju berbeda. Ada yang senang simpel, ada yang suka payet-payet atau renda, dan sebagainya.

Tak perlu jauh-jauh survei. Untuk menghemat biaya, lakukan survei di lingkungan rumahmu. Kamu bisa bertanya pada keluarga besar, tetangga sebelah, teman di lingkungan RT atau RW yang berbeda, bahkan responden acak orang yang tak dikenal.

Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan baju model dan jenis yang bagaimana untuk dijual, baik offline maupun online.

Baca juga: Supplier baju muslim terlaris, Promo Selleri Juni 2022

3. Jualan di lokasi strategis

Kalau mau jualan baju secara offline, banyak pilihannya tergantung modal yang tersedia. Bila punya bujet untuk sewa lapak, cari lokasi yang strategis. Misalnya dekat pasar atau di pasar, depan jalan raya, dekat kampus atau sekolah agar cepat laku. Tetapi ingat, semakin strategis lokasi toko, biasanya makin mahal harga sewanya. Sebab kadang kamu pikir sudah strategis depan jalan raya, tetapi bukan jadi lokasi pemberhentian.

Ini malah jadi lokasi yang salah. Susah laku, sehingga perputaran modal menjadi terhambat. Pemula dengan modal kecil, sebaiknya memanfaatkan tempat yang ada. Misalnya di teras atau garasi rumah. Banyak lho bisnis yang dimulai dari garasi rumah, kemudian berkembang pesat, seperti Amazon, Apple, dan lainnya.

Supaya makin banyak pembeli, kamu bisa jemput bola atau door to door. Datang ke rumah tetangga, silaturahmi sekaligus menawarkan barang dagangan.

4. Sistem kredit

Biasanya emak-emak kalau beli baju harus merogoh duit Rp 100 ribu langsung, berat hati. Pikirnya lebih baik buat belanja. Beda lagi jika boleh dicicil atau kredit. Pasti bisa ambil dua atau tiga. Kamu dapat menggunakan cara ini apabila berjualan secara offline.

Tetapi pakai strategi. Kalau cash, harganya Rp 100 ribu, jika kredit harganya bisa dinaikkan jadi Rp 120 ribu misalnya. Hitung-hitung mengantisipasi risiko kerugian bila terjadi kredit macet. Tenornya juga jangan lama-lama walaupun sama tetangga. Bisnis tetap bisnis, karena modal harus diputar lagi. Tetapkan sebulan misalnya.

Dalam 30 hari, pembeli bebas menyicil berapa asalkan lunas ketika jatuh tempo tiba. Risiko berjualan baju dengan sistem kredit, tentu saja gagal bayar. Kamu harus siap untuk menanggung risiko tersebut. Baca Juga: Tips Jitu agar Bisnis Kamu Go International

5. Minta pendapat konsumen

Jika kamu ingin menjual model baju terbaru, tapi ragu apakah bakal disukai atau tidak, sebaiknya minta pendapat mereka. Dapat dilakukan secara langsung maupun menggunakan sosial media. Adakan voting. Kamu bisa langsung tahu persentase ketertarikan masyarakat terhadap model tersebut. Jika banyak yang tertarik, segera pasarkan.

Beritahu pula kelebihan baju tersebut dibandingkan model lain. Misalnya dari segi material, ukuran, dan bentuknya di badan. Lakukan ini secara terus-menerus untuk memudahkanmu dalam bisnis baju. Dengan melibatkan konsumen, semuanya jauh lebih mudah.

6. Adakan giveaway atau promo menarik

Yang paling ditunggu calon pembeli adalah promo menarik. Entah itu diskon, harga spesial, penawaran beli satu gratis satu, dan lainnya. Bila jualan di sosial media, adakan giveaway. Kamu bisa adakan sekali dalam dua bulan, misalnya, agar konsumen tertarik untuk berkunjung ke toko online kamu di sosial media.

Dengan cara ini, umumnya angka penjualan akan meningkat. Namun setidaknya orang akan mengenal produkmu.

Baca juga: Keuntungan jualan online bersama Selleri

7. Jual secara online

Sekarang ini pengusaha yang tak punya toko online kurang afdol. Atau memanfaatkan sosial media sebagai lapak usaha. Walaupun penjualan sudah digenjot offline, tetapi bisa lebih tepat sasaran dan menjanjikan bila dijual pula secara online.

Kamu dapat menggunakan Instagram, Facebook, Twitter, maupun channel Youtube untuk jualan baju. Selain itu, daftar jadi mitra e-commerce. Cantumkan foto baju-baju model apik yang kamu jual, lengkap dengan deskripsi jelas dan menarik. Layani pertanyaan calon pembeli dengan ramah, serta adakan promo gratis ongkos kirim misalnya dengan minimum belanja atau syarat apapun.

Kuncinya Ulet, Tekun, dan Pantang Menyerah Namanya bisnis tak selalu ramai. Ada pasang surutnya. Ada kalanya banyak permintaan, kadang juga sepi tanpa pembeli satupun.

Di sinilah jiwa pengusaha diuji. Apakah bakal tetap bertahan atau pasrah dengan keadaan, tidak melakukan inovasi apapun. Pengusaha harus punya mental baja. Ulet, tekun, dan pantang menyerah menjadi kunci kesuksesan.

Kolom komentar

  1. Jihan 12 October 2022 at 11:23 AM

    Cukup banyak yaa ternyata yang masih harus dipelajari, terimakasi sharing ilmunya kak
    BTW, jangan lupa cek website kampusku yaa https://walisongo.ac.id/